Perkembangan Lawson: Dari Brand Dairy Menjadi Ikon Konbini Jepang

Kelahiran Toko Susu milik Mr. Lawson - 1939 


    James "J.J." Lawson, membuka toko susu di daerah Cuyahoga Falls, Ohio, Amerika Serikat pada tahun 1939. Lawson membuka sebuah tempat penjualan kecil di tokonya untuk menjual susu per galon secara langsung kepada konsumen. Tokonya sempat populer pada masanya sebelum menghadapi krisis efesiesitas karena metodenya yang dinilai masih tidak cepat. Oleh karena itu, Lawson berpikir untuk menggunakan metode tradisional, dengan mengantarkan susu rumah ke rumah. Ide ini terbukti sukses, dan toko susu miliknya berkembang pesat hingga perlahan merangkap menjadi pabrik yang besar, dengan jaringan penjualan item baru seperti: Jus, telur, dan kebutuhan pokok lainnya.

Akan tetapi seiring berjalannya waktu, Lawson, memilih untuk menjual pabriknya yang sedang berkembang pesat itu kepada Consolidated Food Corp atau CFP (nantinya menjadi Sara Lee Corporation). Alasannya? Lawson memilih untuk memfokuskan dirinya aktif dalam kegiatan amal di waktu pensiunnya. Pada akhirnya pabrik Lawson sudah tidak lagi fokus ke produk susu, Akan tetapi, justru digeser menjadi toko ritel yang menyediakan kebutuhan pokok dan minuman seperti jus dan lain-lain. Adapun Lawson ritel versi CFP kini membuat gebrakan baru dengan memberikan produk baru seperti camilan untuk para pengunjung. Namun, karena gebrakan yang dinilai terlalu berbeda 180 derajat, pada akhirnya Lawson mengalami keredupan. 

Jepang - Kembalinya Sinar dan Kesuksesan, Hingga Menjadi Ikon Di Jepang

    Lawson yang kita kenal saat ini adalah Lawson yang diinisiasi dari keredupan ritel di Lawson dengan kerja sama yang diinisiasi oleh perusahaan ritel Jepang, The Daiei, Inc., kepada pemilik Lawson, dan meminta izin kepadanya untuk membuka gerai di Jepang. Lawson mengizinkan Daiei untuk membuka gerai pertama di tanah Jepang.

Toko pertama dibuka di negeri Sakura pada 14 Juni 1975, di Sakurazuka, Osaka. Awalnya toko ini masih mengusung tema pesta Amerika, seperti pada saat Lawson yang masih menjadi toko susu asal Ohio itu.Orang-orang Jepang awalnya mengira Lawson sebagai restoran barat, bukan toko ritel. Ada juga yang mengira bahwa Lawson adalah tempat untuk berpesta karena temanya. Sekumpulan reaksi itu membuat Lawson menjadi perbincangan hingga mendapatkan banyak pengunjung lokal pada saat itu. 

September, 1979,

Menanggapi kepopuleran ritel di mata lokal, pada akhirnya perusahaan Lawson yang bekerja sama dengan Daiei itu resmi mengubah namanya menjadi Lawson Japan, Inc. Menandakan bahwa perusahaan itu adalah anak perusahaan Lawson untuk negara Jepang. Seiring berkembangnya perusahaan itu, Lawson versi Jepang perlahan merombak tema. Dari yang awalnya kebarat-baratan menjadi ikonik seperti sekarang. Ditambah Lawson versi Jepang yang kita kenal sekarang ini juga membuat gebrakan dengan memberikan produk minuman unik dan kekinian, sehingga banyak anak muda sering mengunjungi toko tersebut bahkan hingga ada yang betah untuk berlama-lama di sana.

Akhir Cerita - Saham  

Pada tahun 2017,  8 tahun terakhir, 

Mitshubishi Corporation, menjadi pemegang saham utama, Sehingga menjadikan Lawson sebagai anak persuhaannya. 


Tambahan: 

Ekspansi Global selain Jepang. Tepatnya Indonesia, Lawson pertama kali hadir di Indonesia pada Agustus 2011, dengan gerai pertamanya di Kemang, Jakarta. Awalnya ritel tersebut dioperasikan oleh Alfamidi (PT Midi Utama Indonesia Tbk), bagian dari Alfa Group.


source:

https://en.wikipedia.org/wiki/Lawson_(store) 

https://www.lawson.jp/en/about/history/

https://www.xendit.co/id/blog/lawson-sejarah-perjalanan-dan-perbedaan-dengan-alfamart/
https://case.edu/ech/articles/l/lawsons-dairy-stores

https://economy.okezone.com/read/2023/12/04/455/2932513/lawson-dari-negara-mana-ini-asal-usulnya

https://www.fun-japan.jp/id/articles/10949






Comments